SAB MASTER EXPERIENCE Klub & data simulasi · tanpa transaksi nyataCoba dashboard owner ↗
Let’s play

SAB · MASTER DEMO PLAYBOOK

One club. The complete picture.

RALLY adalah klub fiktif untuk mendemokan website, booking, CRM dan operasional dalam satu alur. Gunakan nama fiktif; setiap browser mendapat workspace tersendiri.

Mulai demo booking ↗

Demo prospek dalam 5 menit

  1. Jadi pemain. Buka Book a court, pilih besok dan slot yang tersedia. Isi “Alex Demo”, pilih raket dan izin promo.
  2. Checkout. Mulai booking untuk menahan slot 10 menit. Klik “Simulasikan pembayaran berhasil”. Unduh kalender dan buka My bookings.
  3. Jadi owner. Buka dashboard di browser yang sama. Booking baru terlihat di Overview dan Court calendar.
  4. Kenali pemain. Di Players & CRM, cari Alex Demo. Buka profil, lihat riwayat dan simpan catatan.
  5. Tunjukkan automation. Buka Automations: konfirmasi pembayaran sudah tercatat. Jalankan evaluasi atau majukan waktu untuk pengingat dan tindak lanjut.

Untuk demo check-in, pilih sesi dalam 1 jam berikutnya atau majukan jam simulasi mendekati jadwal. Status bergerak dari terkonfirmasi → check-in → selesai.

Skenario operasional yang bisa diuji

Yang sudah berjalan dan batas demo

AreaDalam master demoAktivasi venue
Booking & CRMDatabase server, validasi slot, riwayat dan catatanInventori bersama seluruh pengguna, akun pemain/owner/staff dan kontrol akses
PembayaranHold, status bayar, invoice demo dan refund demoQRIS/VA, webhook terverifikasi, settlement, rekonsiliasi dan refund nyata
AutomationTrigger data, pengaturan, deduplikasi log dan percepatan waktuScheduler di server, antrean, retry, status delivery, sender WhatsApp/email resmi
MobileResponsif, manifest, Home Screen dan halaman offlineLogin lintas perangkat, push opt-in; native app bila memang diperlukan
DataWorkspace terisolasi per cookie browser, peran owner demoDatabase venue, tenancy, backup, pemulihan dan kebijakan retensi

Checklist sebelum menerima pelanggan nyata

  1. Identitas venue: domain, logo, foto berizin, alamat terverifikasi, peta, jam buka, kontak, fasilitas dan aksesibilitas fisik.
  2. Inventori: court, durasi minimal, buffer, jam operasional, hari libur, maintenance, tarif peak/weekend dan pajak. Semua kanal harus memakai sumber jadwal yang sama; koneksi AYO/Courtside mengikuti API atau kesepakatan resmi.
  3. Pembayaran: onboarding merchant, metode pembayaran, tanda tangan webhook, idempotency, pembayaran terlambat setelah hold habis, transaksi gagal/ganda, refund parsial, rekonsiliasi dan chargeback.
  4. Operasional: kebijakan keterlambatan, no-show, hujan, blackout, reschedule, refund, check-in, shift staff, override beralasan dan audit log.
  5. CRM & komunikasi: verifikasi nomor/email, deduplikasi pelanggan, consent pemasaran terpisah, unsubscribe, jam kirim, template WhatsApp disetujui, riwayat delivery dan handoff ke manusia.
  6. Keamanan: autentikasi nyata, peran owner/manager/front desk, pembatasan akses antarvenue, CSRF, rate limit, validasi server, minimisasi data, backup teruji dan penghapusan sesuai kebijakan.
  7. Keandalan: pengujian transaksi bersamaan, koneksi putus, webhook ulang, queue retry, dead-letter queue, pemantauan error, alarm gagal bayar dan prosedur manual saat gangguan.
  8. Komersial: angka dan definisi laporan, diskon, membership dan paket jika benar-benar dijual, coaching/event sesuai kapasitas, invoice dan ketentuan usaha yang disetujui venue.
  9. Pengalaman mobile: perangkat iOS/Android, keyboard form, target sentuh, kontras, pembaca layar, performa jaringan lambat, offline tanpa menampilkan slot lama sebagai tersedia.
  10. Peluncuran: UAT dengan staff, pelatihan, soft launch, booking uji & refund uji nyata yang diotorisasi, dukungan dan penanggung jawab operasional.

Master ini adalah fondasi demo yang dapat direplikasi. Aktivasi nyata dilakukan setelah integrasi dan penerimaan venue selesai, bukan hanya mengganti logo.

Mobile: mulai dari yang mudah dipakai

Pemain: booking tanpa instalasi, lalu simpan portal ke Home Screen. Owner: simpan dashboard untuk jadwal, pelanggan dan tindak lanjut. PWA mengurangi hambatan adopsi; aplikasi native dipertimbangkan setelah penggunaan rutin membuktikan kebutuhannya.

Demo tidak menyimpan jadwal untuk pemakaian offline. Saat koneksi terputus, pengguna diminta kembali online agar tidak menggunakan ketersediaan lama.